Back to Top

Hi, Guest!

PT. Citra Total Buana Biru

  LOKASI :  Kabupaten Bekasi

Bergabung Selama :

BAGIKAN :   

Bagikan :
Kelompok Produk X

Katalog Produk

BEST DEAL

Hasil tidak ditemukan

  •     dari   0   halaman
  •    
PROFIL PERUSAHAAN
PT. Citra Total Buana Biru
Jl. P. Diponegoro No. 108 Tambun
SEJARAH PENGEMBANGAN Hycool© Pada akhir dekade 1980-an ITB ( Institut Teknologi Bandung ) yang dimotori Prof.DR.Ir. Aryadi Suwono melakukan penelitian pada bahan pendingin (refrigeran) campuran. Penelitian obyektif utama mereka adalah untuk menemukan bahan pendingin yang efisien. Kemudian pada awal dekade 1990-an, apalagi isu masalah lingkungan hidup menjadi hal yang penting, ITB memulai program penelitian mereka untuk menemukan bahan pendingin yang lebih ramah lingkungan yakni bahan pendingin hidrokarbon. Mereka akhirnya mereka menemukan bahan pendingin hidrokarbon buatan Indonesia yang dapat menggantikan bahan pendingin CFC R–12. Pada tahapan penelitian dan pengembangan produk selanjutnya mereka berhasil menemukan bahan pendingin ramah lingkungan berbasis Hidrokarbon sebagai pengganti HFC R-134a dan HCFC-R22. Melalui prestasi karya penelitian tersebut pada tanggal 17 Agustus 2005, Prof.DR.Ir. Aryadi Suwono mendapatkan penghargaan khusus dari bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai peneliti terbaik tahun 2005 Pada tahun 1994 Pemerintah Indonesia mencanangkan program untuk menghapuskan bahan-bahan perusak ozon (ODS=ozone depleting substances) dibawah Protokol Montreal. Program pemerintah ini direncanakan untuk melarang / menekan impor ODS ( termasuk CFC–12 ) pada tahun 1997. Sementara itu selama tahun 1994 – 1995 bahan pendingin HFC R–134a sebagai salah salah satu pengganti CFC R– 12 mulai digunakan dan diterapkan di Indonesia. Selama tahun-tahun itu, HFC – 134a sangat sukar diterapkan, terutama karena harganya yang mahal dan tidak cocok dengan komponen pendingin yang biasa mempergunakan CFC–12 ( bukan pengganti langsung CFC–12 ). Pada tahun 1996 Gabungan Koperasi Susu Indonesia ( GKSI ) mendapat beberapa desakan dari lembaga tertentu untuk mengganti pendingin susu dengan pendingin-pendingin baru yang bekerja dengan HFC–134a. Sayangnya mereka ( koperasi-koperasi susu ) tidak dapat mengusahakan kearah itu oleh karena pada saat itu harganya dianggap terlalu mahal. Oleh karenanya mereka menghubungi ITB dan meminta bantuan mereka. Akhirnya pada tahun 1996 bahan pendingin hidrokarbon buatan Indonesia yang pertama diterapkan didalam unit pendingin susu dan dibuktikan bahwa bahan pendingin hidrokarbon bekerja lebih baik daripada refrigeran yang dipakai sebelumnya (CFC-12) Meskipun bahan pendingin hidrokarbon buatan Indonesia yang pertama berhasil diterapkan pada tahun 1996, zat pendingin ini tidak banyak dipergunakan oleh karena dua penyebab alasan utama: Zat pendingin hidrokarbon tidak diproduksi secara komersial di Indonesia Zat pendingin ini relatif baru, oleh karenanya belum dikenal secara umum Untuk lebih memasyarakatkan penggunaan bahan pendingin/ refrigeran Hidrokarbon, pada tahun 1997 beberapa alumnus ITB yang dipimpin oleh Bapak Ir. Ahmad Fahmi mendirikan PT CITRA TOTAL BUANA BIRU sebuah perusahaan yang memproduksi dan menerapkan bahan pendingin hidrokarbon dengan merek Hycool®. Pertama kali pabrik dibangun di Bandung. Pada bulan Maret 2000 Pabrik baru dibangun di Tambun Bekasi Timur dengan skala yang cukup besar sebagai langkah untuk menyikapi permintaan yang cenderung meningkat. Produk Hycool®yang diproduksi PT Citra Total Buana Biru meliputi ; Hycool® HCR-12 sebagai pengganti CFC R-12 Hycool® HCR-134a sebagai pengganti HFC R-134a Hycool® HCR-22 sebagai pengganti HCFC R-22 Menyikapi diberlakukannya pelarangan perdagangan dan penggunaan Refrigeran CFC (Freon) mulai 31 Desember 2007 dan Instruksi Presiden No.10 Tahun 2005 tentang penghematan energi yang berakibat meningkatnya kebutuhan refrigeran alternatif termasuk Hidrokarbon, PT Citra Total Buana Biru secara konsisten melakukan upaya peningkatan kualitas, kapasitas produksi dan pengembangan pasar dengan membangun jaringan distribusi di seluruh wilayah potensial di Indonesia dimulai dari pulau Jawa, Sumatra dan Bali Langkah ini dilakukan dengan beberapa pertimbangan keunggulan Hycool®yang telah teruji performanya di pasar. Keunggulan-keunggulan Hycool® tersebut antara lain: 1. Drop in Substitute (Sebagai Pengganti Langsung) Hycool® merupakan refrigeran hidrokarbon yang dapat langsung diisikan ke sistem yang semula menggunakan refrigeran CFC (R-12), HCFC (R-22) atau bahkan HFC (R-134a) tanpa perlu melakukan modifikasi atau mengganti komponen. Refrigeran R-12, R-22, dan R-134a masing-masing dapat digantikan langsung oleh Hycool HCR-12, HCR-22, dan HCR-134a. 2. Muatan refrigeran lebih sedikit. Jika menggunakan refrigeran Hycool®, jumlah muatan refrigeran yang diisikan hanya 30%-50% jumlah muatan refrigeran CFC, HCFC ataupun HFC. Sebagai contoh jika semula sebuah lemari es memerlukan muatan refrigeran R-12 100 g, maka dengan menggunakan HCR-12 hanya diperlukan 33 g. 3. Hemat Energi Karena jumlah muatan refrigeran yang lebih sedikit , maka daya listrik ke kompresor yang dibutuhkan lebih sedikit pula, tetapi kapasitas refrigerasi tetap atau bahkan meningkat. Hal ini disebabkan karena efek refrigerasi Hycool lebih besar dibandingkan dengan refrigeran CFC, HCFC, atau HFC. Dari pengalaman dilapangan, untuk temperatur pendinginan dan beban refrigerasi yang sama, konsumsi energi listrik menurun. Saat ini banyak gedung-gedung bertingkat yang menyatakan minatnya untuk mengganti refrigerannya ke refrigeran Hycool® dengan pertimbangan hemat energi dan ramah lingkungan. Beberapa gedung yang telah mengganti refrigerannya ke refrigeran Hycool® antara lain Deutche Bank Jakarta dengan penghematan listrik 18 % Gran Melia Hotel Jakarta dengan penghematan listrik 17% Gedung BPPT Jl Thamirin Jakarta dengan penghematan listrik 14 % Gedung Bhumyamca Sekawan dengan penghematan listrik 16 % Telkom Semarang dengan penghematan listrik 16 % Gedung Sucofindo Jakarta dengan penghematan 15 %, PT Angkasa Pura Cengkareng dengan penghematan listrik 16 % Gedung Computer Centre dan Gedung Tata Usaha Institut Teknologi Bandung Hotel Topas Bandung Toserba Luwes Solo dengan penghematan 17 % Gesung Pusat Universitas Sebelas Maret Surakarta dll 4. Memenuhi Standart International Perbandingan susunan ( komposisi ) dari Hycool HCR-12 dan Hycool HCR-22 dengan standar International yang dibenarkan oleh : IAHRA ( Independent Australian Hydrocarbon Refrigeration Association ) GTA ( Greenchill Technology Association Inc. Australia ) Calor Gas, UK LINGKUP PEMAKAIAN Bahan pendingin Hycool mempunyai lingkup pemakaian yang sangat luas, kemungkinan termasuk sebagian besar seluruh sistem pendinginan uap tekan. Bahan pendingin Hycool dapat diterapkan dalam sistem-sistem pendinginan kecil, semacam penyejuk-penyejuk rumah tangga, AC-AC mobil dan rumah tangga, dalam sistem-sistem perantara, semacam sayur-sayuran produk pabrik susu, pendingin-pendingin ikan dan daging atau ruang-ruang pembekuan (cold strongger) atau dalam sistem-sistem yang besar (Chiller) dan beberapa sistem-sistem pendinginan industri. Bahan pendingin Hycool pada saat ini sudah mudah didapatkan, karena telah dipakai di bengkel-bengkel AC terutama di kota-kota di pulau Jawa dan Sumatera